16 Juni 2012

Semoga Muhammad Ibtissam Han Semakin Dewasa


Hari ulang tahun menjadi seuatu hal yang spesial menurut beberapa orang, termasuk saya sendiri. Bagaimana tidak pada tanggal tersebut beberapa tahun (tergantung berapa umurnya sekarang) yang lalu dia lahir ke bumi. Pindahnya dia dari alam rahim yang tenang, kalo di buku fsikologi kematian (karangan pak komarudin hidayat a.k.a pak komeng) disebutnya surga, entah mungin karena di dalam rahim itu seperti gambaran al-Qur’an bahwa surga itu tenang, menuju dunia yang hirup pikuknya kita alami saat ini.

Tidak terasa umurku sudah mencapai angka 19, entah berapa lagi sisa umurku. Kalo di komik Death Note shinigami dan yang memakai mata shinigami bisa melihat sisa umur seseorang, tapi saya ga percaya soalnya itu cuman dongeng, yang tahu cuman Allah kok.

Lantas menanggapi hari ulang tahun itu seperti apa, ya kembali lagi ke pribadi masing-masing. Kalau untuk anak kecil berumur dibawah lima tahun wajarlah kaya dirayain dengan balon, kado, ue, dan cokelat, diiringi dengan nyanyian ulang tahun. Meskipun itu bukan budaya kita (baca_Islam).

Waktu kecil dulu masih ingat ketika ulang tahun santri di undang ke rumah, semua mengaji surah yaasiin, semua mendo’akanku kebaikan, seperti berkah usia dll.

Lalu bagaimana dengan sekarang? Hari ini saya dengan keluarga kecuali papah (ada halangan) makan-makan di Saung Gunung Jati. Cuman itu? Ya J. Gimana dengan kue, kado? Yah mungkin sekarang umuru udah 19 lah yah, udah dewasa kata orang. Udah bukan 16 tahun yang lalu saat meniup kue ulang tahun dengan semangat berharap membuka bungkusan kado dengan cepat.


Tapi kalau berbicara umur, yah bisa lihat di postingan setahun yang lalu bulan november tanggal 21, disitu ada foto kue bertuliskan Happy Birthday 23th. (Nah loh tuaan siapa?) Waktu itu semua keluarga kumpul di rumah, mendo’akan kakak ku. Memotong kue dan lain sebagainya. Saya tak tahu persis karena saat itu sedang di jakarta UTS.

Lalu di tanggal 16 Juni ini gimana? Apakah sudah tak begitu penting lagi? Apakah yang lahir hari ini sudah tak berguna, dan tidak diharapkan lagi? Seharusnya saya interopeksi diri, aku berbeda dengan mereka. Aku gak pernah rangking satu. Mungkin karena itu aku tak mendapatkan kado, kue ulang tahun. Atau sekedar kumpul keluarga yang lengkap. Jadi didoakan banyak orang di rumah itu hanyalah kenangan manis, yang membuat air mata ini tak terbendung ketika mengingat beberapa tahun ini. Bahkan tahun kemarin seingatku makan-makan pun enggak.

Tapi sudahlah, mungkin ini memang yang terbaik. Mungkin orang tua ku berharap ananya bisa dewasa, bisa mengerti bahwa hidup tak selamanya indah. Atau mungkin menguji anaknya apakah dia tidak iri jika diperlakukan berbeda dengan saudaranya. Atau menginginkan anak ke-duanya ini lebih giat belajar dan menghafal al-Qur’an lagi barulah dirayakan atau disyukuri. Atau beberapa kemungkinan positif yang bisa aku terima.

Yang jelas inti dari ulang tahun menurutku adalah bagaimana kita bisa bersyukur kepada Allah yang senantiasa memberi kita umur dan rizki yang tak ternilai. Lalu bagaimana kita berbakti kepada orang tua, sariatnya karena merekalah kita lahir di dunia ini. Terima kasih mah, pah.

Terakhir terimakasih yang sebanyak-banyaknya buat yang udah ngucapin selamat ulang tahun, lewat sms, facebook, atau twitter. Terima kasih sudah mengingat hari penting disetiap tahun dalam hidupku ini. Untu yang lupa, insyaaloh masih ada 16 juni 2013. Semoga allah memberi umur J

Semoga Muhammad Ibtissam Han ini semakin dewasa lagi J #SmileIsMe tersenyumlah!

0 komentar:

Posting Komentar