14 Februari 2013

Milan Glorie 2013


Pergi ke Sansiro menonton A.C. Milan berlaga pasti menjadi impian banyak milanisti, termasuk saya sendiri. Melihat idola berlaga, dengan atfosmfer Ultras Milan yang semua orang sudah tahu seperti apa meriahnya.

Tapi keinginan itu tetaplah keinginan, rumahku di Indonesia, sedang sansiro di kota Milan, Italia. Jarak yang jauh dan membutuhkan ongkos yang sangat mahal. Sebetulnya ada dari @MilanistiOrId yang menawarkan Tour Sansiro, tapi tetap saja harganya mahal, 22 Juta Rupiah. >.< Mahal sekaleeehh...

Tapi tenang, ada kabar baik ternyata. Milan Glorie datang lagi ke Jakarta. Milan Glorie yang pertama gak ikut >.< waktu itu saya lupa kenapa gak bisa ikut.

Meskipun yang datang cuma Milan Glorie alias mantan pemain yang dibilang sudah udzur. Ini tetap menarik buat saya, bukan sekedar menonton Sepakbola di stadion, tapi ini tentang Atmosfer Sansiro yang didambakan. Tagline #SansiroKanGBK sepertinya akan terwujud di GBK nanti. Tidak Sabar

Akhirnya waktu yang ditunggu tiba, Bulan Februari. Ya, waktu libur UAS mahasiswa PTIQ. yang lain sudah libur sebulan yang lalu. Dan pertandingan ini tepat di tengah jadwal liburku, waduh bearti saya lagi ada di Tasik. Saya ambil kesimpulan saya berangkat dari Tasik, ikut rombongan MI sez Tasikmalaya. Langsung saya mention twitternya, Alhamdulillah masih ada kuota, makasih kang Agung Jeremy :p

Capek juga nulis, langsung upload aja deh kemeriahan kemaren di GBK, #SansiroKanGBK #ForzaMilan #BepeMerda

6 Februari 2013

3 Februari 2013

30 Januari 2013

Kamar 515 'Mencari Alam yang Hilang'

Photo taked by Nama Hilang + Ilustration by Me

"Mencari Alam yang Hilang"
by Nama Hilang


Udara sore itu membusuk dicampur suasana jahat merasuk ada wajah bermuka petruk ada badan bagaikan badut ada pula yang mulutnya bau kentut melayang-layang meramaikan suasana di altar misteri yang kian hari kian carut marut.
Jarum jam yang seperti pisau tajam berputar cepat bak halilintar seakan sedang dikecup kegalauan, langit berubah warna menjadi hitam kelam tak ada bintang tak ada nyanyian hanya hening tanpa obrolan tentang wanita-wanita warteg jalan batan.
Di pasar Jum’at terdapat selapang tanah yang konon katanya tanah itu dulunya adalah tanah para banci lampu merah berkumpul dan membahas rapat kerja organisasi ‘kumpulan banci-banci indonesia’  (KBBI) yang kemudian digusur dan dirubah menjadi asrama untuk laki-laki sejati yang sehari-harinya selalu membaca, menghafal dan mengkaji ayat-ayat suci, super sekali.
Maka jadilah ‘Rusunawa PTIQ’ .

26 Januari 2013

Antara Skintone WPAP dan Perasaanku


Memang belum begitu lama saya kendal dengan WPAP. Tepatnya satu bulan yang lalu, akhir desember. Perkenalan itu dimulai ketika saya menemukan akun facebook bernama Inggie, yang ternyata salah satu senior di www.wpapcommunity.com

Awalnya jujur saya tidak tahu apa itu WPAP. Saya hanya menikmati karya-karyanya saja. Sesekali pernah menanyakan mengenai desain grafis kepada beliau, dan alhamdulillah mendapat tanggapan yang baik. Menjawab dan memberi saya motivasi untuk berkarya.

Sampai, saya membuka salah satu postingan di www.ahlidesain.com, ada tutorial tentang membuat desain wpap, bentuknya video, saya unduh. Oh ternyata desain yang selama ini saya nikmati dari album facebooknya om Inggie itu namanya WPAP.

Akhirnya saya mencoba untuk mencari tahu apa itu WPAP. Bukan yellow pages yang pertama saya cari tapi mbah google (dia gak pernah ngeluh kalo ditanya). Saya semakin tertarik ternyata WPAP ini karya asli bangsa Indonesia, bangga.

Saya putuskan untuk membuat desain WPAP. Ini kan karya anak bangsa, harus diapresiasi. Kalau misalnya saya nanti jadi desainers hebat dan mendunia (Aamiin), terus disuruh bikin WPAP. Wah masa desainer Indonesia gak bisa buat WPAP, apa kata dunia? *ala Naga Bonar*

Korban pertama saya adalah melody nurramdhani laksani, itu salah satu member idol grup JKT48. Dan gurunya adalah video yang pernah saya unduh. Gugup, ini pertama kali, sedikit demi sedikit gambar itu terbentuk, saya coba warnai satu persatu. Dan jadilah hasil seperti ini.

24 Januari 2013